Showing posts with label renungan. Show all posts
Showing posts with label renungan. Show all posts

Itulah Dunia..

Dikisahkan di suatu negeri, ada seorang anak yang minta izin ke ayahnya untuk menikahi seorang gadis. "Wahai ayah, aku ingin menikah, aku sungguh telah jatuh cinta dengan seorang gadis yang sungguh cantik, hatiku tersihir karena mata indahnya.."

Sang ayah menjawab dengan wajah tampak gembira: "Baiklah nak, kalau begitu kenalkan ke ayah dan biarkan ayah melamarkannya untukmu.."

Maka pergilah anak dan bapak itu ke rumah sang gadis. Ketika sang ayah melihat kecantikan gadis itu, ia terpesona, dan bilang ke anaknya: "Nak, gadis ini bukan kelasmu, ia tidak sesuai untukmu, ia hanya pantas untuk orang yang lebih banyak pengalaman hidupnya, seperti ayah.."

Sang anak terkejut bukan kepalang mendengar ucapan ayahnya, "Tidak,,aku begitu mencintainya, aku akan menikahinya, ia untukku, ia punyaku, ia akan menjadi istriku..."

Lalu mereka berdua bertengkar sengit. Karena tidak ada solusi, mereka sepaka tuntuk membawa perkara ke seorang jenderal polisi.

Sang jenderalpun bicara: "Bawa gadis itu ke sini, biar dia sendiri yang memilih siapa yang lebih pantas di antara kalian berdua..."

Tak lama setelah itu, sang gadispun datang. Melihat kecantikan sang gadis, jenderal polisi ini langsung jatuh hati, ia juga berhasrat ingin memilikinya. "Hei kalian berdua,,apa kalian pikir kalian pantas untuk memiliki gadis ini, sedangkan ia butuh perlindungan..?!!? Sedangkan yang bisa melindungi di sini hanyalah aku, ia hanya pantas untukku, ia akan menjadi milikku..."

Mendengar ucapan sang jenderal, mereka bertiga kemudian bertengkar sangat sengit, lantas perkara ini dibawa ke Perdana Menteri.

Perdana Menteri-pun juga sama, ia terpesona dengan sang gadis dan ingin menikahinya.

Melihat dirinya diperbutkan, sang gadis lantas angkat bicara. "Baiklah, aku punya solusi untuk kalian. Nanti malam ikutlah aku ke tengah padang pasir, kalian berlima harus berjalan di belakangku. Siapapun nanti yang bisa mengikutiku sampai subuh, maka aku akan menjadi istrinya.."

Malam harinya di tengah padang pasir yang gelap, kelima orang ini saling adu dorong untuk bisa menjadi satu-satunya orang yang bertahan sampai subuh. Tidak mereka sadari, ternyata sang gadis sudah berjalan semakin jauh tanpa jejak. Sambil teriak-teriak memanggil-manggil sang gadis, mereka berlima berlari tanpa arah, sampai akhirnya mereka masuk ke jurang pasir bukit yang sangat dalam.

Subuhnya sang gadis melihat mereka dari atas,
"Hai manusia-manusia tamak, tahukah kalian siapa aku...??? Akulah 'dunia'. Manusia mengejarku, saling dorong dan tendang, sampai mereka masuk ke dalam kubur. Dan tahukah kalian bahwa selamanya aku tak akan pernah bisa kalian kejar.."

-----------------
"Allahumma laa taj'al al-dunya akbara hamminaa.. wa laa mablagha 'ilminaa.."

-Yaa Allah, janganlah Engkau jadikan dunia sebagai cita-cita kami.. dan jangan Engkau jadikan dunia sebagai tujuan utama ilmu kami..-
Read more >>

Tentang Seorang Perdana Menteri dan Penjual Kacang Rebus

Sang Perdana Menteri ini sebelumnya pernah menjabat sebagai Menteri Transportasi. Sebelum beliau diangkat menjadi Menteri, ada seorang penjual kacang rebus yang kesehariannya berjualan di samping rumahnya. Setelah beliau diangkat menjadi Menteri, dan begitu si penjual kacang rebus tahu tentang perihal pengangkatan tesebut, si penjual kacang langsung berlari meninggalkan gerobaknya karena takut diusir oleh para penjaga kementerian.

Mengetahui bahwa penjual kacang yang biasa berjualan di samping rumahnya kabur meninggalkan gerobaknya, sang Menteri Transportasi ini(ketika itu) langsung mencari lalu mengembalikan gerobak si penjual kacang..

Beberapa hari yang lalu, Sang Menteri Transportasi ini telah diangkat menjadi seorang Perdana Menteri. Suatu hari, ada rombongan dari Provinsi yang akan mengadakan audience dengan beliau di kantor kementerian. Di antara rombongan yang datang, ada seorang petani miskin. Ketika akan memasuki kantor sang Perdana Menteri, si petani ini melepaskan sepatunya. Namun spontan sang Perdana Menteri langsung mengambil sepatu si petani dan menyuruhnya untuk memakainya kembali, "Pak,,pakailah sepatu Bapak.. :) !!"

Beliaulah Dr. Esham Syharaf, Perdana Menteri Mesir yang baru, yang dulu pernah menjabat sebagai Menteri Transportasi di eranya Mubarak..

Dunia bak fatamorgana, melalaikan menipudaya..
Dikejar dicintai, bak bayangan tak bertepi..
Sebagai janji Tuhan bahwa akherat lebih mulia..
Karena itu..
Jangan kita meletakkan dunia di hati, cukuplah dunia di tangan kita..


Sumber: Klik di sini
Read more >>

Nasehat Seorang Muallaf

Selama kurang lebih satu jam yang lalu, ane menyimak wawancara di salah satu program TV dengan seorang wanita Mu’allaf. Namanya Aisyah, ia seorang mantan pramugari maskapai penerbangan terkenal. Sungguh mengharukan banget, ia banyak memberikan nasehat untuk menyadarkan kita sebagai seorang muslim. Mengingatkan kita tentang apa yang seharusnya kita lakukan dan cari demi cinta dan mendapatkan cinta Rasulullah Saw..

Dalam 20 menit wawancara, hampir sebagian waktunya ia tak kuasa menahan tangis. Mungkin karena tak bisa mengungkapkan kesyukurannya atas nikmat iman yang tidak bisa dibandingkan dengan dunia seisinya..

Untuk siapapun yang kebetulan berkunjung ke blog ini, ini ane tulis ulang dari beberapa bagian wawancara yang bisa ane tangkap. Karena wawancaranya menggunakan bhs Inggris, ada banyak ungkapan yang ane tidak faham. Translate bhs Indonesianya ada di bagian akhir..

Pada beberapa bagian yang penting dan "cukup" mengetuk hati, tulisannya sengaja ane tebalkan..

Semoga apa yang sedikit ini menjadi catatan amal di akherat,,amiin..


English text.

TV: “Aisyah, would you like to talk something you know about prophet Muhammad Saw..?”

Aisyah: “Rasulullah Saw., the most talked about man, and continued to be, I mean in every aspect of his life is recorded. We don’t have to struggle to find that how he lived, how he ate, how he talked. No other person’s life has been recorded, no other human being or any others thing has been given such attention that,. subhanaLlah,, it will be difficult to choose what part of prophet Muhammad to talk about.. I knew Islam since I was born, my neighbor are moslem, my best friends are moslem, but the sadness thing is they never invited us to Islam, they treated us like those ‘kafeer,,kafeer’. We never saw the holy Quran, we were never supposed to check the Quran, you know those ‘naajes’ (dirty)..

Yet we knew those, I knew those something about Islam that I would not to be part of that. For me Islam was not a religion, it was something Arab for the Arab. But I did not know that Islam was something I could be part of, I did not know that, and I was not invited, I was made to feel I did not invited.

You can imagine I went to Mecca for nine years as a stewardess, hearing all people said “Labaika Allahumma labaika / my Lord I come” and not knowing what it what. But thanks God maybe Allah had not mad for me to be a Moslem then, because probably I wouldn’t have found it.. Before being a Moslem, I knew Prophet Muhammad just an Arab man, a crazy man who went around with his sword in the hand and probably freezen every body to cut off their head. I don’t even know what, because he was not introduced to me. So I can’t really say I knew Muhammad. The only thing I knew about Muhammad we had to know this thing about this 622 H. to pass the exam.

After Islam, what just I can say, sometimes I can’t wait for death to come because I really want to see his face in reality. What can I say about the man that Allah chose to be the carrier of the last message, the mercy of human kind. What can I say about Prophet Muhammad, I really don’t have those words (*crying).


TV: “What is your advice for youth Moslem..??”

Aisyah: “It’s not too late to open our eyes to look at the world, to take an advantage and give them the message, deliver the message. We have to deliver the massage by action. Because we don’t have a lot of time.. And how can anyone hope the intercession of Prophet Muhammad when we ignored him in this life,..?? Can we really hope that one day in doomsday we will be able to walk with him on the “shirat” when we did nothing for him…?? It’s very simple mathematic..! If we love somebody, we follow him, we follow her, we what for him/her.. What do we do for our lover…??”


TV: “If our prophet Muhammad Saw. is standing here now, what will you do…??

Aisyah: “Maybe,,maybe,,(*crying),,maybe I just want to ask him to wake up the Moslem, to wake up all people to receive his message before an end comes, before we will not able to do anything.. I swear there is no god but Allah and Muhammad is His prophet..


Translate Indonesia

TV: "Aisyah, bisakah kamu bercerita apa yang kamu ketahui tentang nabi Muhammad Saw..??"

Aisyah: "Rasulullah Saw., adalah sosok yang paling dibicarakan, dan akan terus dibicarakan, maksudku segala aspek dari kehidupan Rasulullah Saw. semuanya terekam dengan baik. Kita tidak perlu repot untuk mencari tahu bagaimana Rasulullah saw. hidup, bagaimana beliau makan, bagaimana beliau berbicara. Tidak ada satupun orang di dunia ini yang hidupnya direkam, tidak ada manusia ataupun sesuatu apapun yang hidupnya mendapatkan begitu besar perhatian,, maha suci Allah,, sangat sulit sekali untuk memilih bagian mana kita akan berbicara tetnang sosok Rasulullah Saw.."

"Saya tahu Islam sejak saya dilahirkan, tetanggaku dan teman akrabku banyak yang muslim. Tetapi yang paling menyedihkan adalah, mereka tidak pernah memperkenalkan kami atau bahkan mengajak kami ke Islam. Mereka hanya menyoraki kami bahwa kami "kafir..kafir..". Kami tidak pernah melihat Alquran, karena kami tidak diperbolehkan memegangnya, mereka hanya bilang kalau kami adalah "najis..najis..!!". Kami belum tahu semua itu, setahuku itu merupakan bagiana dari Islam yang saya tidak akan menjadi bagian dari mereka. Bagiku (sebelum menjadi Islam), Islam bukanlah agama, itu hanyalah sesuatu yang Arab dan diperuntukkan utk orang Arab saja. Saya bahkan tidak tahu kalau Islam merupakan sesuatu yang saya bisa menjadi bagian darinya. Saya tidak tahu itu, juga mungkin karena saya tidak pernah diajak, dan selalu saja dibuat untuk merasa bahwa saya memang tidaklah diajak.."

Anda bisa membayangkan, selama enam tahun saya pergi ke Mekah sebagai pramugari, dan sering mendengar orang-orang yang berangkat haji mengucapkan "Labaika Allahumma labaik.." tanpa tahu apa yang mereka maksudkan. Tetapi Alhamdulillah, mungkin Allah tidak marah kepadaku untuk menjadikanku sebagai seorang muslim di kemudian hari, karena sangat mungkin saya tidak akan menemukan Islam -jika Allah marah padaku-.

Sebelum menjadi seorang muslim, saya sudah tahu tentang nabi Muhammad Saw.. Waktu itu saya berfikir bahwa dia hanyalah seorang lelaki Arab, seorang yang gila yang kemana-mana selalu membawa pedang sambil mengancam akan memenggal kepala setiap manusia. Saya tidak pernah tahu sosoknya yang sebenarnya karena tidak ada yang memperkenalkanku. Juga yang saya tahu tentang Muhammad adalah tahunnya yang 622 H, ini sekedar agar saya bisa lolos ujian sekolah.

Setelah saya menjadi seorang muslim, apa yang bisa kuungkapkan, terkadang saya tidak bisa menunggu terlalu lama untuk segera mati agar bisa bertemu dan melihat wajah Rasulullah Saw.. Apa yang bisa kuungkapkan terhadap manusia mulia yang dipilih Allah untuk membawa risalah-Nya, menjadi rahmat bagi seluruh alam..??!!??(*menangis)

TV: "Apa nasehat anda untuk pemuda Islam..??"

Aisyah: "Kita belum terlambat,,kita belum terlambat untuk membuka mata, untuk melihat dunia, mencari pahala dan menyebarkan dan menyampaikan risalah Islam. Kita harus menyampaikan ajaran Islam dengan perbuatan. Karena kita tidak mempunyai banyak waktu.. Bagaimana bisa seseorang berharap mendapatkan syafaat Rasulullah Saw. di hari kiamat, sedangkan ia mengabaikkan Rasulullah Saw. selama hidup di dunia...???? Dapatkah kita berharap bahwa suatu hari nanti di hari kiamat bisa berjalan bersama Rasulullah Saw. melewati "shirat"...???? Ini logika matematika sederhana..!! Apabila kita mencintai seseorang, kita akan mengikutinya, membuat diri kita berarti untuknya. Lantas, apa yang kita kerjakan untuk kekasih kita Rasulullah Saw..?!!?"


TV: "Jika saat ini Rasulullah Saw. ada di sini, apa yang akan anda lakukan..??'

Aisyah: Sambil menangis, ia menjawab: "Mungkin,,mungkin,,mungkin saya hanya ingin memintanya untuk membangunkan umat Islam, untuk menyadarkan semua orang agar menerima ajarannya. Agar manusia sadar sebelum hari akhir datang, hari yang kita tidak dapat melakukan apapun.. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah utusan Allah..

______________oOo_____________________

Nasehat untuk diri ane, dan kepada semuanya..

"Bagaimana bisa seseorang berharap mendapatkan syafaat Rasulullah Saw. di hari kiamat, sedangkan ia mengabaikkan Rasulullah Saw. selama hidup di dunia...???? Dapatkah kita berharap bahwa suatu hari nanti di hari kiamat bisa berjalan bersama Rasulullah Saw. melewati "shirat"...???? Ini logika matematika sederhana..!!

Bismillah,,kita akan berusaha meneladani Rasulullah Saw. sebagai bentuk ungkapan cinta kita,,dan semoga di akherat kelak kita bisa mendapatkan syafaatnya..

Amiin.
Read more >>

Negeri Akherat

Kawan, pernahkah kita membayangkan bagaimana kita ketika dibangkitkan dari kubur nanti..?? Apa yang ada di hadapan kita.,dan apa yang kita dengar dan pikirkan ketika itu..??

Hari itu, kita akan dikumpulkan Allah di sebuah padang-hamparan yang tanahnya berwarna putih. Hamparan itu datar yang luasnya seluas langit dan bumi, tidak ada bagian yang lebih tinggi atau lebih rendah dari bagian yang lain. Apapun yang bisa kita bayangkan, yang jelas hamparan itu sudah bukan lagi negeri 'dunia', itu adalah negeri kita yang sebenarnya, tempat kita akan meneruskan kehidupan SELAMA-LAMANYA, itulah negeri akherat.

Negeri akherat, segala kepastian yang akan terjadi di negeri itu tidaklah seperti kepastian apapun yang kita rencanakan di dunia ini (ketika kita mengatakan: "Aku akan mengedipkan mata sepuluh kali..", ternyata pada kedipan ke lima, Izrail sudah terlebih dahulu mengambil nyawa kita). Tetapi negeri akherat, datangnya dan segala hal yang sudah dikatakan Allah, adalah suatu kepastian yang pasti terjadi.

Negeri abadi, kita akan hidup selama-lamanya di sana. Selama-lamanya artinya tidak terbatas pada hitungan hari, minggu, tahun, ratusan tahun, milyaran tahun, triliyunan tahun. Lantas, apalah nilai kehidupan dunia ini jika dibadingkan dengan hidup yang TIDAK akan mati itu..??!!??

Dan pernahkah kita menyadari, bahwa akherat begitu sangat dekat dengan kita saat ini. Alam dunia dan akherat, keduanya hanya dipisahkan oleh yang namanya 'kematian'. Karena itu, jika roh sudah terlepas dari jasad, pada dasarnya kita sedang memasuki GERBANG PERTAMA menuju kampung abadi.. Gerbang itu ada di hadapan kita, di balik pekat hitam ketika kita memejamkan mata..

Negeri akherat, pada hari itu tidak berlaku lagi hukum dunia; tidak ada tuntutan dan pahala mengerjakan amal shaleh (shalat, shadaqah, menjaga aurat, dll.), dan begitu pula tidak ada larangan dan dosa.


"Maka apabila datang suara yang memekakkan (tiupan sangkakala yang kedua) [35], pada hari itu manusia lari dari saudaranya [36], dan dari ibu dan bapaknya [37], dan dari istri dan anak-anaknya [38]. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang menyibukannya [39]." (Q.S. 'Abasa: 35-39)

Pada hari itu, manusia akan saling berkejar-kejaran untuk meminta tambahan "hasanah" (pahala kebaikan) dari orang lain. Seorang Ibu berkata pada anaknya: "Nak, berikanlah ibu SATU kebaikan saja, bukankah aku dulu pernah mengasuhmu sehingga kau dewasa..??", lalu anaknya menjawab: "Ibu, saat ini aku juga sedang mencari SATU kebaikan, kenapa tidak kau berikan aku satu saja, bukankah aku dulu juga pernah berjasa kepadamu..?? Lalu mereka berdua lari mencari yang lain.. Dan begitulah seterusnya, seorang istri ke suaminya, bapak ke anaknya, kakek ke cucunya..

Dan itulah negeri akherat, kampung kita sebenarnya..
NastaghfiruLlah wa natubu iliHi..
----------------------------

Kawan,.permitaanku padamu,, sampai suatu saat nanti roh ini pisah dari badan, maukah kamu selalu menasehati dan mengingatkanku dalam kebaikan..??!!?? Mumpung aku masih bisa meminta tolong padamu..
:)
Read more >>

Jajannya Tukang Becak..


Suatu sore ketika masih nyantri di Jogja, sehabis les aku menyempatkan diri berkunjung ke Gramedia, yang kebetulan lokasinya bersebelahan dengan tempat les. Di toko buku ini aku memiliki tempat favorit untuk membaca, tepatnya di depan kaca bagian utara sambil menghadap ke arah jalan raya. Kira-kira satu jam berdiri, tak sengaja mataku melirik kaset CD yang bergambar tukang becak dengan latar tugu Jogja.

Setelah transaksi di kasir, aku cepat-cepat mengayuh sepeda ontelku melintasi jln. Sudirman ke arah Tugu, lalu ke selatan menyeberang rel kereta dan menyusuri jalanan Malioboro, terus ke selatan memasuki area alun-alun utara Jogja, lalu ke arah barat melewati jalan besar selatan Masjid Gede hingga ke terminal Pariwisata. Dari terminal Pariwisata, aku memutuskan untuk tidak ke selatan menuju jln. S. Parman, tapi kuputar stang sepedaku ke utara menuju warnet Valcon, Wirobrajan.

Setelah memilih bilik, kukeluarkan kaset CD yang barusan aku beli. Di cover CD tertulis judul film ““Daun di atas Bantal”, a film by Christina Hakim, sutradara Garin Nugroho”.

Dengan kaset ini, selama dua jam kemudian, aku diajak berjalan-jalan oleh Christina Hakim dan Garin Nugroho ke perkampungan sekitar area Tugu Jogja.

Tak banyak kata yang bisa kukeluarkan saat aku diajak menelusuri area Tugu. Christina Hakim mencoba membuka mataku dan menunjukkan satu kenyataan yang sama sekali tak pernah kubayangkan sebelumnya, yaitu sebuah siklus kehidupan kaum marginal yang ceritanya tak pernah keluar dari lingkaran kemelaratan, kelaparan dan kebodohan. Pemandangan ini luput dari pandanganku meskipun hampir empat kali seminggu aku pasti melewatinya.

Dalam dua jam itu pula aku baru menyadari di mana aku berada, bagaimana sejatinya metropolis Jogja, dan apa yang ada di balik gedung-gedung tinggi kawasan Malioboro, rumah-rumah reot pasar kembang, dan tepian sungai kali Code.

Selesai shalat di mushala warnet, kukayuh ontelku ke arah Malioboro untuk memastikan apa yang beberapa menit lalu kutonton. Dari arah selatan Malioboro, terlihat beberapa temanku sesama santri bergerombol duduk di trotoar taman kota. Beberapa di antaranya ada santriwati yang rambutnya masih tertutup jilbab. Sekedar menyapa seperlunya, aku lantas meneruskan ontelku melawan arus jalan Malioboro ke arah utara.

Di trotoar depan hotel Garuda, kurang lebih 100 meter dari Tugu Jogja ke arah selatan, kusandarkan ontelku di depan angkringan untuk menikmati beberapa bungkus nasi kucing. Sambil memperhatikan sekeliling area angkringan dan menerka-nerka latar filmnya Christina Hakim, datang seorang tukang becak yang menghampiri temannya –sesama tukang becak- yang duduk di sampingku. Merekapun terlibat pembicaraan dengan bahasa Jawa ngoko:


A: “Hoi, gimana malam ini, jadi jajan ndak...???”

B: “Jadi laah, tapi sekarang harganya naik 20 rb, soalnya barang baru...”

A: “Barang baru dari Cina atau dari Arab..??”

B: “Dari Taiwan...”

A: “Lha kok murah, jangan-jangan sudah barang rusak...??”

B: “Masih bagus kok, ndak jauh beda dari yang kemarin-kemarin..”

A: “Ooo..siip deh, nanti malem aku keparkiranmu..”


Setelah kedua tukang becak itu pergi, aku bertanya kepada nenek penjual angkringan: “Nek, barang dari Taiwan kok harganya murah-murah, itu jenis barang apa...??”


Nenek menjawab: “Jajanan sarkem Mas, harganya masih promosi...”

“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un...$%$@&%*....”


Dan inilah Jogja, inilah wajah sebenarnya bangsaku, ia selalu timpang, tak pernah sadar dengan apa yang sedang membebaninya, ia kesakitan, namun tak pernah mau mengobati sakit yang menjangkitnya, ia terbungkam, namun terbungkam oleh tangannya sendiri. Dan hanya tangan Tuhan yang akan dan bisa mengurainya..

TUKANG BECAK “JAJAN” DI PASAR KEMBANG, kemiskinan dan kelaparan yang sering meraka elukan, ternyata tak separah dibanding dengan kering kerontangnya iman. Lantas pertanyaannya: “Dengan tiket apa surga akan dibeli jika iman sudah dijajakan...???????”

Penyakit yang menjangit bangsa ini ternyata jauh lebih parah dari sekedar “Inlander Mentality” dalam bahasanya Pak Amien Rais, atau “Slavish Mentality” dalam bahasanya Buya Syafi’i Ma’arif. Mungkin yang lebih tepat, apa yang dibilang oleh Cak Nun, bangsa ini sudah buta, tuli dan keclok koclok alias GILA..!!!

Setelah kurang lebih dua tahun kemudian di pertengahan 2006, Jogja diguncang gempa yang memporak-porandakan. Tak lama setelah itu di penghujung thn. 2010, Merapi mendapatkan gilirannya untuk berlaga..

Dan ke depan, bencana apapun yang terjadi di negeriku, aku tidak akan heran ataupun ragu tentang apa yang sebenarnya terjadi dan kenapa terjadi, karena jawaban dan penjelasannya sudah pernah kudapatkan sendiri: “Tuhan sedang mengurai negeri ini dengan adzab-Nya...”


Cak Nun di “Negari Maiyah” setiap pengajian Padang Mbulan mengingatkan kita dengan salah satu syairnya:


“Jaman wis akhir, jaman wis akhir,

Jaman wis akhir, imane goyang, pikire muntir...”

(Jaman akhir, imannya porak poranda, sinting akalnya)
Read more >>

Jogjakarta, 2003-2005

(Facebook's note: on Monday, 19 April 2010 at 15:36)

Malam yang sepi, duduk sendirian di depan pintu kamar C sambil komat kamit menyanyikan lagunya PMR (Pengantar Minum Racun), sungguh hal yang sangat menghibur. Namun, selama setengah jam aku duduk di depan pintu, tak ada satupun kawanku yang masuk kamar lewat sini. Ah, paling mereka pingin mencari suasana lain saja dengan melewati pintu sebelah.. Aku masih berdendang ria sendiri..

Setelah satu jam berdendang, ternyata aku bosan juga. Sambil membawa gitar ke depan pintu kamar A, niat hati ingin mengajak kawan bernyanyi bersama, belum sempat aku mengajak bicara, mereka sudah pergi ke peraduan masing-masing...Huuuuff..aku dongkol...!!!!

Sepertinya ada yang aneh dengan sikap mereka. Lalu kutanyakan ke seorang kawan yang dari tadi meng'hisab' di atap asrama: “Dap, kok mereka pada menghindar dariku siiy..??”. Si Dap (Azik Hakiki) menjawab: “Yaa karena suaramu merusak mood indahnya bulan purnama..!!”.. Hah, aku sungguh terperanjat mendengar jawabannya , selama ini berarti mereka menjauhiku gara-gara suaraku ketika sedang berdendang thoo..”Masa iyaa siiy Dap..??”, aku berlalu tak membutuhkan jawaban..

Ah, aku masih belum percaya kalau suaraku tidak menghibur. Perkara ini harus ditelusur lebih dalam lagi. Kalau menurut ilmu hadits, aku harus mencari minimal empat orang jalur periwayatan agar bisa mutawatir, dan agar hasil hukumnya bisa tsabit alias kuat.

Kalau begitu, aku harus bertanya pada si Fauzi alias KoNgja.. Dia sudah bertengger di depan kamar A, padahal sewaktu aku tadi ke kamar A, dia malah beranjak ke ranjang untuk tidur...aneh..!!

Kalau aku mendekatinya dari samping, dia pasti akan segera berlari. Karena itu, aku harus mendekatinya dari arah belakang, biar dia tidak tahu kalau aku mendekat..

“KoNg..aku mau tanya niiy..Heem..suaraku ketika berdendang thu gimana siiy..??”
Belum sempat si Fauzi KonGja membuka mulut untuk menjawab, tiba-tiba dari dalam kamar A terdengar suara “Huuueeeeeeeekkkkkkkk......Huuueeeeekkkkk....Huueeeekkk...”. Suara itu sebanyak tiga kali, dan setelah itu, suasana langsung hening kembali..

Ah, mungkin mereka sedang mendapatkan siraman rohani dari Okta Konthil, sehingga perlu untuk melakukan relaksasi otot perut. Dalam hati aku berbisik: “Wah, Okta lagi mengajarkan teori baru niiy..ckckckc..”.

Kembali aku mengulangi pertanyaanku ke Fauzi KoNgja: “Zii, emang kualitas suaraku ndak bagus yaaa..???”

Belum sempat juga KoNgja menjawab, kali ini tak hanya dari kamar A yang bersuara, kamar B juga ikut bersuara.. “Huuueeeekkk..huuueeekk..hueeekkk...huuueeekkkkkkk..”.

Haah, aku terbengong, rasionalku seketika itu langsung berfungsi menghadirkan beberapa pertanyaan kritis: “Masa siiyy si Okta Konthil sedang memberikan siraman rohani dalam dua kamar sekaligus...???”.

Ah, mungkin di kamar B ada si Ari MeOnk yang sedang memberikan siraman rohani. Maklum, di kamar B kebanyaklan dihuni oleh para penjahat..dan sial banget, ternyata setelah aku menyadari, diriku termasuk anggota kamar B..hadooohh...!!!!

Malam ini sungguh tak kudapatkan jawaban yang kuat untuk membenarkan perkataan Sindap tadi. Sungguh sangat menyebalkan jika naluri ilmiah yang harusnya dituangan, tapi terganggu oleh lingkungan yang tidak mendukung. Asrama 6 memang tempatnya para begundal yang tak menghargai ilmu pengetahuan. Mereka lebih menghargai nilai-nilai seni yang menempel pada tubuh anak gadis penjual nasi bungkus di samping asrama..huuf...!!!

Aku sungguh tak bisa tidur. Malam ini juga jawaban ini harus kutemukan. “Benar nggak suaraku tak semerdu pendengaranku..??”.

Kulihat penghuni kamar A sudah banyak yang terkapar. Di pojok ada Ustadz Okta yang tidurnya nyenyak banget, mungkin karena lelah setelah memberikan siraman rohani kepada para penguntil tempe dan garong-garong dapur ini..!!

Aku membangunkan Fauzi KoNgja..”Ziie bangun,,pertanyaanku tadi belum kamu jawab..!!”. Spontan dan sporadis, dari arah yang sungguh tak kuketahui sudunya, ada suara pelan namun begitu menyayat hati “huuueeeekkkkkk..hek..hek..hek...”.

Mendengar itu, aku sungguh dongkol. Ini sudah pelecehan, harga diriku diinjak-injak oleh sesama bangsa begundal asrama 6.. Sungguh tidak bisa dibiarkan, ini harus dibalas...!!!

Merenung sambil menghitung bintang, aku mencari inspirasi bagaimana bisa menumpahkan sakit hatiku. Tak sampai setengah jam, tiba-tiba batang sapu lidi yang ada di sampingku memberikan jawabannya...hihihihihihihi..inilah dia pembalasanku kawan..!!!

Mereka akan aku BAKAR...!!!!! ckckckcck..

Sebagai sumbangan bagi pengetahuan umum, alat serang ini diberi nama “RUMPUT TEKI”..

Kombinasi bahan dasar:
1. Sapu lidi .. (dipotong-potong kecil +- 1 cm)
2. Pepsodent atau Close up (berfungsi sebagai perekat).
3. Korek api gas..!!!

Efek dari serangan ini ada dua:
1. Si korban TERBAKAR..
2. Bekas terbakar akan terasa sangat gatal..hihihi..

Perlu diterangkan juga tentang kombinasi unsur kimia yang berada pada rumput teki ini. Pepsodent yang mengandung ‘mint’, jika bersentuhan dengan kalor (api), maka mint yang sifatnya gas dingin, ia akan langsung meresap ke pori-pori kulit. Nah, sehingga panasnya seperti terbakar dari dalam..hihihi.. Namun, para korban tidak perlu khawatir, karena floride yang ada pada pepsodent, akan menghilangkan bekas terbakar, sehingga tidak menghitam..Ilmiah sekali bukan..??!!!???..hehehe...

Dan korban-pun sudah kupilih, dia-lah Suleman,,iyaa SULEMAN....!!!!!!
Karena jika kalian tahu, dia’lah orang yang paling keras bersuara ketika alunan melodi datar “Huuuuueeeekkkkk” dilantunkan.. Jadi, sudah sepantasnya dia menjadi korban pertama..

Aku mengendus memasuki kamar A, dari pintu masuk, aku sudah melihat perut Suleman tak tertutup kain. Sarungnya ditendang-tendang oleh kakinya yang memang nakal. Sebelum aku mulai melakukan aksi, aku harus mencari dulu ranjang yang kosong untuk sembunyi sambil menunggu batang sapu lidi yang hanya 1 cm itu terbakar dan menyentuh kulit.

Dan aksiku ini memang sepertinya diridhoi oleh langit, terbukti ada ranjang kosong yang pemiliknya sedang tidur di kamar lain. Di sanalah tempatku untuk pura-pura tidur sambil menunggu Sulaiman pontang panting kepanasan..ckckckc..!!

Perlahan-lahan aku mendekati Sulaiman. Perutnya yang sudah tersingkap, memudahkanku untuk menempelkan batang sapu lidi di perutnya. Setelah sapu lidi yang hanya 1 cm itu berdiri tegak di perutnya, kukeluarkan korek gas..dan BUUZZZZ... kubakar..!!!

Perlu diketahui, sapu lidi ini sebelumnya sudah dibakar dahulu sampai berbentuk arang (meng-arang). Karena itu, jika arang sapu lidi ini dibakar, maka yang ada hanya rambatan api arang, bukan api yang menyala ^-^.V.

Sambil berpura-pura tidur, kuperhatikan rambatan api yang siap menyentuh kulit Sulaiman. Dan tak lama setelah itu, hanya dalam hitungan detik, terdengar teriakan histeris dari dalam kamar A dibarengi dengan suara-suara “gedebukkk...gedebuk...gedebuk....”. Jika kalian tahu, suara ‘gedebhuuk..’ itu adalah hentakan kaki Sulaiman ketika sedang memadamkan api..hihihihihihi.....!

Aku yakin, dalam hati pasti Suleman mengumpat “Biadab terkutuk...!!!!!”


Ckckckckckc....

Mimpiku malam itu mungkin menjadi mimpi terindah sepanjang kisah hidupku selama dua tahun di asrama 6 tahun (2003-2005)..

Dan akupun beristighfar melihat Sulaiman terkapar.. Setelah itu, maka RUMPUT TEKI menjadi hiburan bagi para begundal untuk melewati titik-titik malam...


With much love..
Maafin aku jika dulu banyak yang terdzhalimi..kawan..!!!
;)

Dari Kairo, kutulis ini untuk kalian..^-^

-------------
http://www.facebook.com/note.php?note_id=381326749614
Read more >>

Perbanyaklah Sedekah..!

Suatu hari pada zaman Rasulullah Saw., ada seseorang yang ketika sakaratul maut tidak mengucap kalimat syahadat, tetapi malah mengucap "laitaha thawilah (seandainya lebih panjang),,,laitaha jadidah (seandainya yang baru),,laitaha kamilah (seandainya semuanya)". Kemudian para sahabat menanyakan hal ini kepada Rasulullah Saw..

Rasulullah Saw. tersenyum mendengarnya, "Apa yang diucapkan orang itu tidak keliru. Suatu hari ia bertemu dengan orang buta. Si buta itu tersaruk-saruk karena tidak ada yang menuntun, maka ia membimbingnya berjalan. Dan tatkala ia hendak menghembuskan nafas terakhir, ia menyaksikan betapa besar pahala amal shalehnya itu, lalu ia pun berkata "seandainya lebih panjang..". Maksudnya, andaikata ia membimbing si buta itu lebih panjang lagi untuk berjalan, pasti pahalanya akan lebih besar pula.

Adapun ucapannya yang kedua, ia sedang melihat pahala dari hasil perbuatannya yang lain. Suatu hari ketika cuaca sangat dingin, di tepi jalan ia melihat seorang lelaki tua yang tengah duduk menggigil. Melihat lelaki tua itu kedinginan, maka ia memberikan salah satu bajunya yang lama, dan membawa pulang yang masih baru. Menjelang saat-saat ajal menjemputnya, ia melihat besarnya pahala amalnya sehingga ia pun menyesal dan berkata "seandainya yang baru..".

Dan untuk ucapannya yang ketiga, pada suatu ketika ia sangat lelah dan lapar. Lalu ia membuka sepotong roti yang disiapkan oleh istrinya. Namun, tatkala hendak dimakannya, tiba-tiba datang seorang pengemis yang terlihat sangat kelaparan. Lantas ia membagi rotinya menjadi dua potong untuk pengemis itu. Maka ketika ia melihat besarnya pahala yang diperolehnya, ia pun menyesal dan berkata "seandainya semuanya..", artinya jika roti itu kuberikan semuanya, tentu pahala yang akan aku dapat akan lebih besar pula."


Rabbanaa laa taj'a'l liy dunyaa akbara hamminaa..
Wa laa mablagha 'ilminaa...

Yaa Rabb,,jangan Kau jadikan dunia sebagai prioritas hasrat kami..
Dan jangan Kau jadikan pula dunia sebagai tujuan ilmu kami..

BIP 3th build, 20 Ramadhan 1431 H/30 Agust 2010 M.


Read more >>

Gado-gado Pagi

Seperti biasa, rutinitasku setelah subuh adalah nongkrong di depan monitor. Untuk kali ini aku mencari berita kalau-kalau Indonesia sudah perang dengan Malaysia, atau nilai tukar rupiah ke dollar menguat..ckckc..^^ Untuk poin yang kedua, hal itu sangat penting, karena sebagai kaum dhuafa' yang klayapan di luar negeri, aku harus menyesuaikan kapan waktu yang tepat untuk menarik uang dari ATM, dan waktu yang sangat tepat adalah ketika nilai tukar rupiah ke dollar menguat..hehehe..^,^ Sedangkan untuk poin kedua, hal tersebut penting untuk kuketahui, agar ketika bertemu dengan sahabat-sahabat dari Malaysia, aku bisa lebih menjaga obrolan untuk tidak menyinggung masalah politik; pertikaian Indonesia-Malaysia.

Untuk hari ini, nilai tukar rupiah rada melemah dibanding dengan beberapa hari lalu. Biasanya $100 bisa menjadi 569 LE, hari ini cuma menjadi 565 LE,,heem,,selisih 4 LE lumayan banget bisa dibelikan dua sabun mandi Lif*boy, cukup untuk mandi satu bulan thuuu..hihihi..(@,@).

Sedangkan untuk ketegangan Indonesia-Malaysia, alhamdulillah sampai hari ini belum terjadi perang. Meskipun obrolan di detikforum dan kaskus sangat panas, tetapi aku berharap semoga masalah ini bisa cepat diselesaikan dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan sebagai ras yang seiman. Amiin..^^

Setelah selesai membaca diskusi di detikforum dan kaskus, aku teringat seseorang yang malam tadi mengirimku pesan di inbox facebook. Dari seseorang itu, beberapa waktu yang lalu aku pernah membaca di blognya tentang kisahnya bertemu dengan pengemis di daerah Malioboro. Diceritakannya bahwa pengemis itu adalah korban gempa Jogja thn. 2006, dan menjadi pengemis demi menghidupi anak dan istrinya.

Cukup dengan membaca namanya di inbox facebook, aku kembali mendapatkan gambaran yang sempurna tentang Indonesiaku. Negeri nan indah yang dianugerahi Tuhan dengan alamnya yang kaya raya, gemah ripah lohjinawi. Negeri yang dalam pelajaran IPS di SD dulu disebut dengan 'Untaian Jamrud Khatulistiwa'. Atau yang dalam syairnya Iboe Soed diungkapkan sebagai 'Negeri Masyur Permai'.

Tetapi, baru sekejap aku membayangkan indah dan kaya rayanya Indonesia, aku langsung muntab ketika beberapa kata melintas di otakku, "PEJABAT....PEJABAT...PEJABAT....WAKIL RAKYAT...". Pingin rasanya jika aku diberi kesempatan untuk ngomong di depan pejabat dan wakil rakyat di DPR, aku pingin menunjuk jidat mereka satu per satu sambil berteriak "MATAMU DIMANAAAA..??? TELINGAMU DIMANAAA...??? OTAKMU DIMANAAA....??? ITU MATA APA BISUL...??? KALO MATA KENAPA TIDAK BISA MELIHAT MISKINNYA RAKYATMU, SEDANGKAN KALIAN MALAH BEREBUT MOBIL BARU...??? KALO PUNYA TELINGA, KENAPA KALIAN TIDAK BISA MENDENGAR RINTIHAN RAKYAT YANG KELAPARAN...???...SHiiiiiiiiit.....!!!!!!

Yaah, mungkin seperti itu yang pingin kuucapkan. Pada kenyataannya memang negeriku sangat indah dan kaya raya, tapi menjadi sangat miskin dan tertinggal karena Tuhan sedang mengizinkan 'drakula-drakula' ntuk memimpin negeri ini. Dan jika masih ada orang yang masih bisa untuk mentolelir tingkah laku 'drakula-drakula' itu, aku ingin berkenalan dengannya, karena otakku sudah off dan tak sampai untuk menalar kelakuan mereka; si DRAKULA.(*(*&*&*&^.

Terakhir untuk pagi ini sebelum aku menyapa beberapa sahabat di room chat facebook, ada sebuah kisah menarik yang ingin kutuliskan..

Suatu hari pada zaman Rasulullah Saw., ada seseorang yang ketika sakaratul maut tidak mengucap kalimat syahadat, tetapi malah mengucap "laitaha thawilah (seandainya lebih panjang),,,laitaha jadidah (seandainya yang baru),,laitaha kamilah (seandainya semuanya)". Kemudian para sahabat menanyakan hal ini kepada Rasulullah Saw..

Rasulullah Saw. tersenyum mendengarnya, "Apa yang diucapkan orang itu tidak keliru. Suatu hari ia bertemu dengan orang buta. Si buta itu tersaruk-saruk karena tidak ada yang menuntun, maka ia membimbingnya berjalan. Dan tatkala ia hendak menghembuskan nafas terakhir, ia menyaksikan betapa besar pahala amal shalehnya itu, lalu ia pun berkata "seandainya lebih panjang..". Maksudnya, andaikata ia membimbing si buta itu lebih panjang lagi untuk berjalan, pasti pahalanya akan lebih besar pula.

Adapun ucapannya yang kedua, ia sedang melihat pahala dari hasil perbuatannya yang lain. Suatu hari ketika cuaca sangat dingin, di tepi jalan ia melihat seorang lelaki tua yang tengah duduk menggigil. Melihat lelaki tua itu kedinginan, maka ia memberikan salah satu bajunya yang lama, dan membawa pulang yang masih baru. Menjelang saat-saat ajal menjemputnya, ia melihat besarnya pahala amalnya sehingga ia pun menyesal dan berkata "seandainya yang baru..".

Dan untuk ucapannya yang ketiga, pada suatu ketika ia sangat lelah dan lapar. Lalu ia membuka sepotong roti yang disiapkan oleh istrinya. Namun, tatkala hendak dimakannya, tiba-tiba datang seorang pengemis yang terlihat sangat kelaparan. Lantas ia membagi rotinya menjadi dua potong untuk pengemis itu. Maka ketika ia melihat besarnya pahala yang diperolehnya, ia pun menyesal dan berkata "seandainya semuanya..", artinya jika roti itu kuberikan semuanya, tentu pahala yang akan aku dapat akan lebih besar pula."


Rabbanaa laa taj'a'l liy dunyaa akbara hamminaa..
Wa laa mablagha 'ilminaa...

Yaa Rabb,,jangan Kau jadikan dunia sebagai prioritas hasrat kami..
Dan jangan Kau jadikan pula dunia sebagai tujuan ilmu kami..

BIP 3th build, 20 Ramadhan 1431 H/30 Agust 2010 M.



Read more >>

Aku yang hilang...

Aku hilang, dan tak pernah kutemukan diriku. Pernah ia datang sekejap, lalu menghilang. Dan tak ada waktu untuk aku mengenali bahwa itu adalah aku. Aku tak sadar, atau mungkin juga ia datang pada saat yang tak tepat. Lalu pertanyaanyaku "Apakah jiwaku memang ada yang hilang…??

Seperti halnya coretanku ini, aku pun tak paham. Aku tak melihat diriku menulis dengan benar-benar sadar. Hanya bahasa jari-jemariku, yang sering jauh dari makna. Kadang dibaca orang, namun anehnya mereka masih sempat berkomentar. Apakah mereka juga paham…??

Sering aku bertanya, dimana sebenarnya duniaku. Kadang aku ingin menjadi seorang akademis,seorang pemikir yang setiap detiknya selalu bergumul dengan tumpukan buku. Namun sering aku merasa bosan dengan semua itu. Ingin rasanya kutinggalkan dunia ilmiah, dunia kaku yang isinya hanya presentasi, debat, adu teori dll.. Pemikiran ini yang sering membuatku mentertawakan diri sendiri..!

Aku belum menemukan solusi; "Haruskah kutinggalkan dunia ilmiah ini..??"

Di detik berikutnya, aku penuh ambisi. Dunia menenggelamkanku dalam kubang materialisme; aku ingin menjadi pebisnis tingkat tinggi. Di sini aku sering terlena, mungkin karena tabiat manusia yang selalu merasa kurang puas. Bisnis, dalam pandangan sederhanaku merupakan dunia yang sangat sederhana. Jika dulu –dan masih sampai sekarang- aku begitu berambisi menggenggam dunia, maka kubangan ini yang kulirik, penuh harta dan iming-iming dunia. Ia begitu menantang, darinya aku dapat secara utuh memandang dunia, cukup mengedipkan mata lalu aku bisa yakin, bahwa aku tak harus lelah untuk mewujudkan ambisiku. Di sini, bahasaku adalah kecerdasan…!!

Kecerdasan..

Aku tak tahu apa sejatinya kecerdasan, lucu bukan..??.. Iya lucu..!!

Ia kupahami sebagai sebuah kekuatan berfikir, kekuatan analisa dan membaca peluang. Dan aku yakin, pada dasarnya semua orang mempunyai kecerdasan, namun banyak dari mereka mengingkari hal tersebut -tidak percaya-.

"Apakah materialisme adalah separuh jiwaku yang hilang selama ini…???".. aku tak tahu..!!!

Dan diriku selanjutnya, meskipun aku tak yakin separuh jiwaku ada di sana, yaitu 'tentang dia'..!!

Penyakitku, aku sadar betul ini adalah penyakitku. Aku juga tak tahu kenapa ia bisa begitu kuat ada padaku. Seperti tali yang ruwet, bahasa yang kugunakan ketika ia tak mau tunduk pada rasionalitas akalku. Untuk yang satu ini, kedatangannya sering kuanggap hiburan, karena ia nampak mengasyikkan. Banyak mereka yang datang dengan menawarkan pesona keindahannya, tapi sungguhpun aku terima, cukuplah untuk melengkapi senyumku di pagi hari saja. Untuk siang dan sore, 'ia' tak perlu lagi kupikirkan..

Indah bermain perasaan. Padahal aku sendiri juga tahu kalau aku tak akan memberikan mutiara berharga itu kepada siapapun. Aku tak akan pernah memberikan 'ia' sebelum cita-citaku terwujud..

Sudah tiga, dan sepertinya malam ini aku tak akan menemukan dimana separuh jiwaku berada..

Semoga saja esok hari, saat adzan subuh lembut menyadarkanku, aku akan temukan separuh jiwaku yang hilang..

Karena aku ingin baik, maka dengan cara apapun harus kutemukan separuh jiwaku..

Aku tidak ingin menjadi manusia aneh, meskipun penuh cinta..


CIIH, 11 Juli 2010.

Read more >>

Pituturing Urip Mbah Kakung

Putuku bocah bagos, podo gatekno pituturing urip.. Simbah arep paring sangu nggo koe kabeh, mumpung Gusti isih kerso paring umur dowo.. Podo gatekno sing tenan yo nggér..!

Nggér cah bagos, urip neng ndonyo kui sejatine mung mampir ngombe. Sing jenenge wong mampir mesti bakal neroske laku. Dadi, ngombeo sak cukupmu terus jupuken gawenen sangu..!

Lelakuning urip menungso ora iso adoh seko sing jenenge pati, mulo kui, podo akeh-akehno leh'mu golek sangu nggo akheratmu. Kui omahmu sing sakbenere..

Putuku sing bagos dewe, pisan-pisan ojo nganti koe silap ambi padanging ndonyo.. Ngertenono yo Le, sejatine padanging ndonyo kui nyilapke alam pikirmu, ngrusak bebenermu, ngepyurke atimu..

Thole anakku, podho sekolaho sing dhuwur, dadio wong sing migunani, iso gawe senenge simbok bapakmu..!!

Anakku cah bagos, mbesuk nek Gusti Pangeran paring koe bondo sing luwih lan pangkat kang dhuwur, ojo lali asal usulmu yo Le.. Ojo dumeh wis dadi wong mulyo, terus koe lali..!!

Dadio wong sing jembar dodomu, resik atimu lan bening pikirmu.. Ojo pisan-pisan dadi menungso sing serakah nguber bondo, ojo pisan-pisan dadi menungso sing kedanan pangkat.. Delehno ndonyo cukup mung ono tanganmu, ojo mbo delehne neng atimu, mesthi koe dadi menungso sing linuwih ono ngarepe Gusti Allah lan menungso kabeh..

Putuku bocah bagos, saiki koe kabeh wis podo gede, simbok bapakmu wis ora kuat meneh nggendong koe. Mripatku yo wis ora bening meneh nyawang koe kabeh. Adoh opo cedak, sing jelas aku, simbok bapakmu mesti mulih disik marang Gusti.. Uripo sing bener yo anakku cah bagos..!

Uripo sing bener, ojo pisan-pisan nabrak angger-anggere Pangeran..mugo-mugo mulyo uripmu, tansah diparingi pangayomane Gusti Kang Makaryo Jagad...

....

Percikan mutiara hidup yang kusarikan dari petuah kakek, untk cucu-cucunya yang kini telah beranjak dewasa..

Semoga AlLah Swt. selalu melimpahkan rahmat dan kasih sayangnya untk kakek/nenekku yang kini semakin beranjak senja.. Amin..

Dan semoga AlLah memaafkan dan mengampuni dosa-dosaku yang telah sering mengabaikan nasehat-nasehat mereka, bahkan menabrak garis-garis Langit..

Terimakasih yaa Rabb, Kau telah menitipkan aku kedunia fana ini kepada orang yang berhati seluas langit..

Untk kakek/nenek'ku yang selalu aku cintai..
Read more >>

Manusia Langit; Debu dan Sejarah

Di sini, aku berdiri.
Kupandang langit, kupastikan di tanah mana aku sedang berada.
Sekejap kemudian aku terbang. Aku naik jutaan kilo meter dari titik aku berdiri tadi.
Aku terus naik meninggalkan bumi..
Sekejap, aku telah berada di antara jutaan benda-benda angkasa.
Aku berada jauh dari bumi.

AKu berhenti..di titik ini aku berhenti,
Dari sini, dari jutaan kilometer aku melihat bumi.
Dimana bumi tempat aku berdiri tadi??..semua benda angkasa terlihat bulat..
Dan sunguh aku tak bis membedakan mana bumiku.
Kemudian aku turun ratusan kilometer untuk melihat dimana bumi berada?..
Setahuku bumi itu berada diantara Venus dan Mars.

OOh..itu bumiku. Iya..aku yakin itu bumiku.
Lapisan atsmosfernya berwarna biru tua..
Sebagai pertanda bahwa di dalamnya ada udara..itu bumiku..

Kemudian aku duduk di sebuah batu pecahan meteorid.
Aku merenung..
Dari titik ini..
Aku berusaha mencari Indonesiaku...
Ah..sia-sia..karena yang terlihat hanyalah gumpalan tanah yang berwujud seperti bola..
Aku turun beberapa ratus kilometer untuk melihat di mana Indonesiaku..
Kali ini aku duduk di sebuah batu cincin Jupiter..
cahayanya berkilau-kilau..

Dari sini aku kembali mencoba mencari Indonesiaku..
Nah..itu dia, aku yakin Indonesiaku adalah warna biru bergaris putih itu..
Membentang..

Kemudian..
Aku mencari tanah dimana aku dilahirkan..
Pulauku hampir-hampir tak terlihat..
Hanya garis cokelat dan biru..tapi aku yaakin itu adalah pulauku..
Kupaksakan mataku untuk menyapu semua garis-garis itu,,
aku mencari desaku tempat aku dilahirkan.
Desaku..aku yakin pasti berwarna coklat tua.Karena konstruksi tanahnya adalah padang
rumput kering yang terlalu lama terkena panas musim kemarau..
Itu dia..aku yakin .

Kutarik nafas dalam dan panjang, kemudian kukeluarkan secara cepat..
Aku jauh di sini, jutaan kilometer dari tanah kelahiranku..
Perlahan-lahan kupejamkan mata..
Aku ingin mencari hakekat diriku..

Aku...
Kubayangkan aku sedang berdiri di desa itu, di salah satu lapangan belakang masjid.
Aku..sunguh tak terlihat..
Aku..sunguh hanyalah setitik debu yang sama sekali tak berharga..
Aku..berada di antara milyaran manusia yang sedang hidup di bumi.
Aku..teramat dan sangat kecil..
..
KONTRAS
..
Namun aku hidup di sana..
Aku bergerak..dan kecil sekali..

Kemudian aku bertanya..
Bisakah aku mewarnai dunia yang begitu sangat luas, padahal aku hanyalah
sebesar debu di titik itu??..
Atau, bisakah aku menjadi setitik cahaya, yang cahaya itu bisa terlihat
dari milyaran kilometer jauhnya??..
..
Ouh..aku terlalu kecil di sana.
Aku berada pada bentangan zaman.
Berada di bentangan sejarah.
JIkalau aku hanya diam,,jikalau aku terlena dengan sihir dunia, sihir
kemalasan dan santai-santai.
Sungguh aku hanya akan menjadi makhluk yang tidak pernah
tercatat dan diperhitungkan sejarah..
Aku hanya akan menjadi nisan,
dan tak 'kan ada orang mengenalku setelah 100 tahun kemudian..

Aku tak mau tertelan zaman...
Aku tak mau tertelan zaman...

Sesaat kemuaian aku turun ke bumi..
Aku kembali ke bumi..
Dan aku ingin berubah dan perubahan.
Read more >>

Aku dan Sejarah

Sejarah..siapa sejatinya dirimu?? Sejarah diperebutkan dan kadang diperkosa. Manusia datang, melintas dan berlalu begitu saja dianjungan masa. Berlalu dan kemudian sirna di telan masa,,di telan sejarah. Idealismenya merubah cara pandang manusia tentang dirinya. Seseorang meng-iyakan namun sebagian yang lain meng-acuhkan. Bertanya dan berusaha kujawab..”manusia”….apakah memang hanya produk sejarah???atau sejarah adalah produk manusia??? Seperti kata Buya Syafi’i Ma’arif bahwa sejarah adalah milik mereka yang membuat, bukan milik kita. Kita hanyalah penghafal lembaran-lembaran sejarah,,kitab-kitab tebal yang sejatinya bukan milik kita.. Setiap hari setiap masa kita diberi wangi-wangian sejarah,,ibarat bunga tanpa nama,,ibarat penciuman yang hanya tau harumnya saja.. Manusia masuk dalam lingkaran sejarah,,tapi manusia tidak faham apa itu sejarah dan di mana posisi dirinya.. Perjalanan dunianya melalaikanya akan pentingnya dirinya untuk sejarah…dia lupa menyapa sejarah…manunsia lupa bahwa sejarah membutuhkan dirinya untuk sejarah… Karena terlalu lama terlena dengan dunianya, banyak manusia yang tertinggal sejarah,,sejarah datang,,menyapa,,,berlalu,,dan kemudan lenyap tanpa disadari itu adalah sejarah.. Tetapi ada juga manusia yang hidupnya merindukan sejarah,,namun dia tidak menantinya,,karena dia tau sejarah. Perjalanan hidupnya bukan sekedar sugesti bahwa sejarah membutuhkanya,,pada kenyataan akir manusia inilah yang akirnya menjadi kekasih sejarah,,wangi dirinya adalah wangi sejarah,,senyumnya adalah senyum sejarah,,dan tangisnya adalah tangis sejarah,, Mu’allimin adalah sejarah,,sejarah untuk mereka yang pernah mengukir namanya dengan tinta emas di sana. Kadang aku ingin masuk dalam wangi semerbak sejarah ini,,tapi aku lupa bahwa ketika dia menyapaku, aku masih tertawa menanti dan menghitung detik,,sampai akirnya pagi berganti datang dan dia berlalu. aku terdampar tanpa sejarah,, Senyum tanpa makna adalah senyum tanpa sejarah.. Perjalanan tanpa cerita adalah perjalanan tanpa sejarah.. Dan ketika aku sadar bahwa aku telah kehilangan sejarah,,semuanya telah berubah. Lintasan yang sekarang ku lalui ini adalah sejarah dan akan menjadi sejarah,, Sesuatu yang selalu aku impikan dan cintaku padanya tak akan pernah pudar adalah cintaku pada sejarah. Aku tidak mempunyai semuanya..bahkan sejarah yang pernah membesarkanku!! Dan kini,,ketika aku sadar bahwa sejarah itu telah meninggalkanku,,aku merasa harus bangkit keluar dari “sejarah” ini.. Wangi sejarah bukan berasal dari tertawa-tertawa,,hura-hura,,foya-foya,,tapi dia adalah dari keringat kesungguhan. Dari keringat yang kadang harus ada isak tangis,,bahkan sampai nyawa dijadikan tarohan untuk sekedar sejarah.. Sejarah…bukan suatu yang luar biasa…tapi dia diperebutkan manusia.. iyaa..aku setuju bahwa dia bkan sesuatu yang luar biasa..TETAPI…sangat LUAR BIASA… Perlu waktu untuk berinteraksi dengan sejarah,,perlu kekuatan untuk bisa memandang dan berkenalan dengan sejarah.. Dan kini ketika aku menulis surat cinta ini untuk dirinya,,sejatinya dia sedang menantiku di setiap detak jantung dan detik jam.. Sejarah adalah aku yang bernafas dan melamun juga menangis,,kadang tertawa. Membaca dan menulislah untuk sejarah…dan jadilah sejarah!! Dan akan aku ambil bagianku karena aku punya hak pada sejarah… Aku tidak mau menjadi orang yang selamanya hanya menghafal sejarah…!!!

Musim panas 2007 yang menjadi bagian dari sejarah..

Read more >>

Pituturing Urip


Obat hati ada lima perkara..
yang pertama membaca al-Qur’an dan maknanya..
yang ke dua shalat malam dirikanlah..
yang ke tiga berkumpullah dengan orang shaleh..
yang ke empat perbanyaklah berpuasa..
yang ke lima zikir malam perpanjanglah..

Terlalu terlena dan pongah dengan dunia, sehingga ketika membaca kelima hal di atas tidak ada reaksi di hati,mungkinkah hati kita telah mati…mungkinkah cermin yang paling berharga dan jujur itu telah pecah dan hancur???
Padahal sesungguhnya kelima hal di atas sebagai obat kehidupan.
Ketika merasakan beban dunia yang begitu berat, himpitan masalah kian membebani pikiran, ketika tangis dan air mata sdah tak tertahankan kelima hal di atas adalah solusi..
Di kegelapan malam suara gemericik air dan hembusan angin berbarengaan dengan langkah sunyi menjadi sangat bermakna untuk mengobati kerinduan hati pada sang pencipta alam..
Alangkah ruginya mereka yang mendapatkan kesempatan bertemu dngan Rabb nya di kesunyian tetapi malah menarik selimut mengelap iler.

falsafah kehidupan tentang kematian..bahwa setiap nyawa tidak ada yang kekal..
Bahwa bang Opick pernah bilang:>setiap mata hati tangan kaki akan menjadi saksi…
dan benar kiranya bahwa setiap dosa diri akan di hakimi..
pada waktu itu terlambatlah sudah penyesalan dan taubat..
tangispun sdah tidak di butuhkan..
dan ketika timbangan amal di bagikan pada saat itu manusia mendapati jalan hidup yang wajib di tempuh kemudian..
bahwa semua mata hati semuanya adalah saksi,,tak satupun selain kuasa Illahi..

>tiada dusta diri yang tak terhakimi..
>luka sepi air mata tak berarti ..

Wahai manusia yang selalu membangga-banggakan dunia, sesungguhnya dengan kehidupanmu sekarang ini masa depanmu kau bangun an kau warnai ,,
kamu bisa berdusta kepada seluruh manusia..tetapi selamanya kamu tdak akan pernah bisa berdusta pada hati nuranimu sendiri…
bukankah manusia tidak bisa berbohong pada hati nuraninya??
karena ketetapan illahi pada saat itu adalah benar adanya..

(June 23rd, 2007 by almanafi)

Read more >>