Buto Gragal.. :P

Alhamdulillah akhirnya malam ini bisa bobo di asrama setelah tiga hari 'terlunta-lunta' di luar. Lega banget rasanya bisa berjumpa kembali dengan 'si-Jingga' yang terbujur di kasur..^,^,, Begitu kumasuki kamar, ia menyapaku dengan penuh harmoni meskipun tompel yang mewarnai sekujur tubuhnya masih berwarna putih, padahal sudah kujemur looh... ;)

Aku pingin cepet tidur aja, tapi mata ini masih bandel untuk diajak merem. Karena itu, lebih baik aku nyoret-nyoret blog dulu deh,,

Heem,.apa yaa,,
Hari ini aku biasa-biasa saja, masih ndak banyak berubah. Berat badanku masih sama dengan yang kemarin, tinggi juga masih sama, imut juga masih belum ilang, cuma mungkin aku hari ini terlihat beda aja dari pakaianku. Tau ndak kenapa berbeda...?? Karena 70% pakaianku hari ini adalah punya sendiri,,,ckckck,^^,,

Oia, pagi tadi si Vina datang dari Indonesia. Alhamdulillah dia datang dalam keadaan selamat dan masih utuh; kepala hidung dan kaki belum ada yang lepas,,ckckc,, Eeehh tapi jangan salah, dia sekarang nambah dua mata lagi, jadi total semuanya dia punya empat mata, bedanya yang dua biji ndak nyantol ke saraf pantat,,,ckckckc,, :P
(Szzzttt..saru..!!! :P)

Ini si Vina memang rada njelehi tenan. Kemarin pas jauh-jauh hari sebelum dia berangkat, aku kan nitip susu bendera cair kalengan,,eee ternyata ndak dibawain..!! Tapi yaa ndak apa-apa laah, yang penting tadi pagi aku udah melalap habis udang lobster yang dimasakin Emaknya,,hehe,,

Heemm,,sebenarnya ada satu hal puentiiiiing yang pingin kudengar dari Vina, tapi sepertinya satu hal puentiiiiing itu ndak ada, alias dia ndak punya cerita.. Eh, atau mungkin Vina merahasiakannya dariku...??? Yoo wis lah, pie meneh nek pancen ora ono, moso arep dipekso.. :P

Itu cerita pertama tentang Vina.. Terus cerita kedua tentang surat mandat PCIM yang kukirimkan ke Ariawan.

Wiiis jaaan, sing kedua ini paling duongkoollll tenan. Jelas-jelas banget surat mandat udah kubuat, kukirim dan kuberikan instruksi jelas buanget, tapi kok Ariawan ke Kairo ndak bawa hasil apapun, alias NIHIL..huh..>>!!!???!!Q#%^#&.. Asline aku yoo pingin nguring-uring, tapi karena aku kie wong Jowo yang mempunyai ewuh pekewuh tinggi, tak "maklumi" ae laah.. :P

Akhirnya karena Ariawan nihil, sekarang aku mau tidak mau harus minta tolong dengan kaka kelasku si Buto Gragal..!! Waah malesi tenan nek punya urusan sama dia, marai trauma banget. Iki yang terakhir kali aja deh, sekali-kali aku mengikuti aturan main peperangan; gencatan senjata..! ^^

Cerita ketiga,,heem,,apa yaa,,oiaa,,aduuh pie kie ngomongnya,,heem,,intine aja yaa,, Intine aku kuangeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeenn pool dengan si lesung pipi itu..^,^ Untuk malam ini biar si Jingga ini menggantikannya sementara.. ;)

Wis ah, aku ngantuk banget,,istirahat dulu yaa,,

Bismika Allahumma ahya wa bismika amuut..
Yaa Rabb, jangan ambil nyawa ini sebelum ampunan-Mu kudapatkan..
Amiin...
Read more >>

Ng-Energen (ngenergen) berarti Ng-Indo (ngindo)..

Jarum jam menunjukkan pukul 23.30 Clt., atau sekitar 04.30 WIB.. Udara di luar masih lumayan dingin, meskipun hari ini tidak turun hujan. Suasana di depan rumah sepertinya juga sudah mulai tenang, ndak ada ribut suara kendaraan dan ocehan orang Mesir yang memang terkenal 'nggambleh'.. :p

Malam ini aku tidur di sekretariat IKMAMMM, sengaja utk menyambut dua teman alumni yang malam ini tiba di Kairo setelah dua bulan ikut evakuasi ke tanah air. Lumayan laah, meskipun hari ini aku sampe sore di KBRI, tapi begitu melihat oleh-oleh makanan Indonesia, rasanya lelah dan ngantukku hilang seketika..hehe..

Sudah menjadi tradisi IKMAMMM Kairo, kalau ada alumni yang datang dari tanah air, kami pasti ngumpul utk mendengarkan update berita. Mulai dari update Madrasah dg segala perkembangan dan carut marutnya (madrasah yang bervisi dan misi, tapi ndak ngerti dan ndak mau ngerti bagaimana mewujudkannya,, madrasah yang sudah berumur, tapi ndak menjadikan sejarah sebagai pelajaran untuk kemajuan, sebaliknya malah menjadikan sejarahnya sebagai penghambat kemajuan,, madrasah yang besar, tapi tidak menyadari kebesarannya dan ndak ngerti mempertahankan kebesarannya..!!), juga update berita tentang Muhammadiyah di tanah air, perkembangan alumni (termasuk di sini tentng siapa yang baru nihah, siapa dengan siapa, siapa putus dengan siapa, siapa selingkuh dengan siapa,,ckck). Dan yang tidak kalah penting adlh cerita tentang pengalaman mereka selama berada di tengah-tengah masyarakat; analisa dan konsep stategi dakwah yang tepat, dll..

Overall, meskipun obrolan malam ini -begitu juga biasanya- kami penuh tawa, tapi tetap tidak jauh-jauh dari komitmen utama kami untuk selalu loyal mendedikasikan hidup untuk umat..InsyaAllah.. (hehe,,sajake nggaya banget kan omongane..?? Ckckc..)

Heem,,udah dulu aaah, aku pingin ng-Indo dengan sebungkus Energen, mumpung ada berplastik-plastik..hehe..
Read more >>

Wira-wiri..

Bismillahi al-rahman al-rahim,.

Pagi ini aku harus ke KBRI lagi untuk bertemu dengan beberapa bapak penasehat PCIM. Padahal rencanaku sebelumnya, wira-wiri ke KBRI harusnya cuma sehari kemarin, tapi ternyata tidak cukup sehari untuk ketok pintu masing-masing penasehat..

Semoga saja hari ini ndak hujan, dan semoga saja cuaca ndak panas. Karena sudah tradisi bumi Mesir, setiap pergantian musim, meskipun hujan tetapi panasnya bisa sampai 34 C'..

Tentang keperluanku bertemu dengan bapak penasehat PCIM di KBRI, insyaAllah akhir bulan ini PCIM akan mengadakan laporan pertanggung jawaban (LPJ)sekaligus Muscab utk memilih ketua baru. Jadi, sudah merupakan adab untuk berkonsultasi dengan penasehat.

Di samping itu, keperluanku ke KBRI kali ini jga utk memastikan kedatangan Ibu Chamamah (mantan ketua umum PP 'Aisyiyah) yang rencananya akan ke Kairo dalm waktu dekat, biar nanti ilmu beliau bisa kami sedoooot..hehe..

Huft..jalannya macet banget nie..
Oke deh, sekian dulu utk laporan pagi ini dari Kairo, ntar kalo ada yang baru insyaAllah kutuliskan lagi.. Nie udah mau sampe di KBRI..

From Cairo with much love..^,^
Read more >>

Menghaluskan Bahasa Tulis

Facebook arsip, Vendredi 28 Mai 2010, 23:30

Bagiku dunia coret-coret memang paling mengasyikkan, mungkin karena hobiku dulu usil suka coret-coret, jadi kebawa deh sampe sekarang.. ^,^

Aku pernah kok nulis di notes tentang kiat menulis. Meskipun itu untuk cerpen, tapi secara umum langkah-langkahnya sama... Coba dicari di notes, aku lupa judulnya..!

Di sini aku sharingkan saja tentang cara menghaluskan bahasa dalam tulisan. Banyak orang yang pintar menulis, tapi bahasa yang digunakan terasa kasar. Kasar di sini bukan dalam artian kotor (umpatan), tapi kasar karena gramatikal maupun pemilihan dan penyusunan kata-katanya tidak tepat. Nah, cara yang paling tepat dan evektif untuk menghaluskannya adalah dengan banyak-banyak membaca berita koran dan buku ilmiah serta novel.

Masing-masing (berita koran-buku ilmiah-novel) mempunyai fungsi tersendiri dalam pengembangan kemampuan menulis, khususnya dalam menghaluskan bahasa. Koran misalnya, selain menambah banyak kosa kata popular yang up-date, gaya penulisannya (5 W 1 H) akan melatih dan membentuk otak kita untuk menerangkan sesuatu secara sistematis dengan bahasa yang evektif; lugas, ringkas dan mengalir. Di samping itu, kita juga akan terlatih dalam gramatikal bahasa, baik pemilihan dan penyusunan kata dan kalimat.

Cara selanjutnya adalah dengan banyak-banyak membaca buku-buku ilmiah/non fiksi. Buku-buku ini fungsinya lebih untuk melatih keterampilan dalam membidik permasalahan utama sebelum kemudian menjabarkannya secara panjang lebar, ataupun sebaliknya, yaitu menangkap dan meringkas permasalahan. Bentuk penyajian gagasan dan analisa yang panjang dalam sebuah buku, juga akan sangat melatih kita untuk bisa pintar dan terampil menyambungkan ide atau gagasan dari paragraf ke paragraf. Karena banyak sekali kita jumpai tulisan yang antar paragrafnya terputus atau tidak ada kaitannya sama sekali. Dan keterputusan ini akan mengakibatkan kaburnya tema yang diangkat.

(Heem..sebelumnya biar ndak bingung, bagian atau elemen tulisan itu terdiri dari KATA --> KALIMAT --> PARAGRAF --> TULISAN UTUH. Nah, TULISAN UTUH ini sudah merupakan hasil 'kolaborasi' atau simbiosis mutualisme antara beberapa gagasan utama yang ada di paragraf. Oleh karena itu, jika dari elemen dasar 'KATA' sudah salah, maka akan merusak KALIMAT, dan jika kalimat sudah rusak, maka akan merusak PARAGRAF, dan jika paragraf sudah rusak, maka ide pokok juga akan terputus-putus, dan jika ide pokok sudah terputus-putus kacau, maka tema akan melayang-layang, dan akan mengakibatkan TULISAN tidak jelas 'jluntrung parane'...hehe..)

Cara selanjutnya adalah dengan banyak-banyak membaca novel. Secara tidak sadar, 'rasa bahasa' (dalam istilah Arab disebut 'dzauq al-lughah') novel yang halus, akan melatih kita dalam mempoles tulisan agar lebih berisi dan menyentuh. (Karena itu, banyak-banyak membaca novel juga sangat dianjurkan bagi mereka yang ingin mengembangkan bakat 'nggombal' dan lebay..hihihihi ^,^.)

Dalam membaca novel, akan lebih bagus lagi jika kita menyesuaikan novel yang kita baca dengan konsentrasi keilmuan kita. Novel-novelnya Ahmad Tohari misalnya, sangat tidak cocok untuk dikonsumsi orang-orang yang bermental kapitalis, korup dan berpaham ekonomi liberal. Hal ini karena semua karya Ahmad Tohari mengangkat tema tentang kemanusiaan, sehingga bahasanya sehalus rintihan keterbelakangan, kemelaratan, penindasan dll.. Contoh lain seperti novel Mira W, karena tema-tema yang diangkat lebih pada masalah cinta, maka bahasanya juga tak jauh-jauh dari 'rasa' mellow-mellow. Karena itu, novel Mira W akan tidak cocok dibaca orang jurnalis khususnya wartawan.

Pada intinya, kalau kita pingin pintar menulis, hal dasar yang harus dilakukan yaaa sering-sering membaca dan menulis dan membaca dan menulis dan membaca dan menulis dan membaca dan menulis... Membaca dan menulis bagiku seperti lingkaran, jadi jangan bertanya padaku mana yang lebih didahulukan antara membaca dan menulis. Nanti saja akan kuberitahu setelah kutemukan jawaban 'duluan mana antara telor dan ayam...hihihi..^,^


Penting..!!!
Agar diketahui dan diperhatikan oleh semua pembaca, bahwa semua hal yang tak tuliskan di atas meskipun tidak ada rujukan ilmiahnya, tapi sudah lulus uji empiris; pengalaman pribadi..hehehe..^,^


Terakhir, dunia penulisan baik yang sifatnya fiksi maupun non fiksi, memiliki aturan yang baku. Aturan ini disepakati internasional. Misalnya penggunaan tanda baca, penggunaan huruf kapital dan penulisan foot note. Oleh karena itu, dalam setiap menulis, hendaknya kita selalu memperhatikan aturan-aturan baku tersebut. Dan untuk melatihnya bisa dengan cara membiasakan menulis STATUS FACEBOOK, atau chating dengan mentaati aturan baku penulisan.

Heem.. Alhamdulillah sudah sejak lama aku membiasakan untuk mentaati aturan-aturan tersebut, meskipun pada hal yang sangat sederhana dan jarang orang memperdulikannya: SMS, via status facebook atau chating. Karena itu, jika sekarang kutemukan ada yang menulis tidak dengan penulisan baku, misalnya nama orang yang ditulis tidak dengan huruf kapital di awalnya "ari kusuma anggara", akan terasa risih banget... ^-^ Terlebih jika menuliskan kata "allah swt" dan nabi "muhammad" dengan 'A' dan 'M' huruf kecil..,heem,, rasanya seperti merendahkan Allah dan Nabi Muhammad, Saw..
:)


Seperti tertulis di ruang tamu asrama Khadijah Mu'allimaat Jugja "Language is a habit..", maka menulis secara baku juga harus dibiasakan agar menjadi kebiasaan..^,^



My best regard..

^,^
Read more >>