"Required documents missing, incomplete"

Genap setahun ndak menyentuh rumah ini, eeeh datang-datang hanya akan mengabadikan berita kurang bagus..hehe.. Tapi ndak apa-apa, Gusti Allah sedang mencarikan jalan lain untukku, kita lihat saja nanti.. :-)

Go on..!

Email ini tertanggal Tuesday, April 10, 2012 3:26 AM via yahoo mail.

Dear Kahfi Nur Hidayat,

I thank you for your interest in the Erasmus Mundus programme and I regret to inform you that your application number AREA1101578 for mobility at Universidade do Minho, submitted for the AREAS call opened on November 1st 2011, has been deemed ineligible for the following reason:
Required documents missing, incomplete.

Selections have been performed according to the criteria described in the Call for Applications. Please be aware that you may appeal by following the procedure described on the project website. I invite you to monitor the project website in the following months in relation to the possible publication of new calls for scholarships.

Best regards,

Bianca Buttiglione
AREAS project coordinator
www.areas.polito.it


--------------

Sabtu, 14 April 2012..
Di bumi Indonesia..
Read more >>

Itulah Dunia..

Dikisahkan di suatu negeri, ada seorang anak yang minta izin ke ayahnya untuk menikahi seorang gadis. "Wahai ayah, aku ingin menikah, aku sungguh telah jatuh cinta dengan seorang gadis yang sungguh cantik, hatiku tersihir karena mata indahnya.."

Sang ayah menjawab dengan wajah tampak gembira: "Baiklah nak, kalau begitu kenalkan ke ayah dan biarkan ayah melamarkannya untukmu.."

Maka pergilah anak dan bapak itu ke rumah sang gadis. Ketika sang ayah melihat kecantikan gadis itu, ia terpesona, dan bilang ke anaknya: "Nak, gadis ini bukan kelasmu, ia tidak sesuai untukmu, ia hanya pantas untuk orang yang lebih banyak pengalaman hidupnya, seperti ayah.."

Sang anak terkejut bukan kepalang mendengar ucapan ayahnya, "Tidak,,aku begitu mencintainya, aku akan menikahinya, ia untukku, ia punyaku, ia akan menjadi istriku..."

Lalu mereka berdua bertengkar sengit. Karena tidak ada solusi, mereka sepaka tuntuk membawa perkara ke seorang jenderal polisi.

Sang jenderalpun bicara: "Bawa gadis itu ke sini, biar dia sendiri yang memilih siapa yang lebih pantas di antara kalian berdua..."

Tak lama setelah itu, sang gadispun datang. Melihat kecantikan sang gadis, jenderal polisi ini langsung jatuh hati, ia juga berhasrat ingin memilikinya. "Hei kalian berdua,,apa kalian pikir kalian pantas untuk memiliki gadis ini, sedangkan ia butuh perlindungan..?!!? Sedangkan yang bisa melindungi di sini hanyalah aku, ia hanya pantas untukku, ia akan menjadi milikku..."

Mendengar ucapan sang jenderal, mereka bertiga kemudian bertengkar sangat sengit, lantas perkara ini dibawa ke Perdana Menteri.

Perdana Menteri-pun juga sama, ia terpesona dengan sang gadis dan ingin menikahinya.

Melihat dirinya diperbutkan, sang gadis lantas angkat bicara. "Baiklah, aku punya solusi untuk kalian. Nanti malam ikutlah aku ke tengah padang pasir, kalian berlima harus berjalan di belakangku. Siapapun nanti yang bisa mengikutiku sampai subuh, maka aku akan menjadi istrinya.."

Malam harinya di tengah padang pasir yang gelap, kelima orang ini saling adu dorong untuk bisa menjadi satu-satunya orang yang bertahan sampai subuh. Tidak mereka sadari, ternyata sang gadis sudah berjalan semakin jauh tanpa jejak. Sambil teriak-teriak memanggil-manggil sang gadis, mereka berlima berlari tanpa arah, sampai akhirnya mereka masuk ke jurang pasir bukit yang sangat dalam.

Subuhnya sang gadis melihat mereka dari atas,
"Hai manusia-manusia tamak, tahukah kalian siapa aku...??? Akulah 'dunia'. Manusia mengejarku, saling dorong dan tendang, sampai mereka masuk ke dalam kubur. Dan tahukah kalian bahwa selamanya aku tak akan pernah bisa kalian kejar.."

-----------------
"Allahumma laa taj'al al-dunya akbara hamminaa.. wa laa mablagha 'ilminaa.."

-Yaa Allah, janganlah Engkau jadikan dunia sebagai cita-cita kami.. dan jangan Engkau jadikan dunia sebagai tujuan utama ilmu kami..-
Read more >>

Silaturahim IKMAMMM KAIRO

Sore hari ini aku ada kumpul silaturahim bareng teman-teman satu almamater Mu'allimin/at. Seperti biasa, acaranya sederhana; ngobrol-ngobrol dan makan-makan..hehe.. Untuk silaturahim sore ini menunya bakso sama kolak pisang..

Banyak cerita dari teman-teman, khususnya yang kemarin ikut evakuasi. Ada Faiq, Rionaldo, Alda dan Manhajiyah. Tetapi sepertinya inti cerita didominasi oleh cerita menyedihkan. Faiq misalnya, dia selama di Indonesia pernah opname karena muntah darah.. Alda nabrak mobil di depan kampus UIN Jogja, sedangkan Manhajiyah, ayahnya sempat sakit dan diopname (Allahu yasyfih)..

InsyaAllah besok sore kami akan main bola bareng..ada yang mau ikut..?? hehe..
;)

Oia,,tadi pas aku baru datang, aku sempat melemparkan tema diskusi tentang bukunya Kuntowijoyo yang kubaca semalam..ternyata disambut dengan perdebatan yang panas, karena beberapa dari kami sudah pernah membaca...tak kira aku yang kedua membaca setelah Dedi..ckckc..%#%^#&^(
Read more >>

Coretan Kebingungan

Bismillahirrahmanirrahim,.

Siang tadi aku pinjam buku ke teman, hanya saja aku cuma diizinkan meminjam semalam, jadi besok sore harus sudah kukembalikan. Heem,.menyiksa banget kalau harus menelan buku dalam waktu semalam, padahal mencernanya lumayan mumyeet. Bukan karena pemikiran yang ditawarkan si penulis yang sulit, namun banyak bahasa ilmiah yang aku tidak paham.

"Islam Sebagai Ilmu; Epistemologi, Metodologi dan Etika", yang ditulis oleh Kuntowijoyo (Alm.)

Membaca pengantar buku ini yang ditulis oleh penerbit di halaman awal, jujur sebenarnya pengantarnya justru "mendangkalkan" isi buku. Meskipun cuma satu paragraf di awal, namun kelihatan banget kalau menulisnya asal nyomot; yang penting sesuai dengan isi buku. But it's okey, ndak banyak orang yang care kok..hehe..

Buku ini cukup menarik, meskipun beberapa diskursus dan tawaran Kuntowijoyo ini bukan barang baru banget, khususnya dua istilah yang akan aku bahas di sini. Menurutku, tetap terjadi tumpuk-unduk/tumpang-tindih (ruwet) dari beberapa gagasan Kuntowijoyo dalam upayanya melakukan "penyederhanaan" gagasan, khususnya istilah. Mekipun upaya agar tidak terjadi tumpuk-unduk ini sudah sedikit beliau jelaskan di prakata. (Tapi tetep ae, aku isih belum pati setuju..*cen aku sing bodo tur ngengkel je..ckck..)


Heem,.ini aku belum selesai membaca bukunya, tetapi sepertinya sudah ada beberapa titik 'mbingungi' yang bisa kutangkap dari Kuntowijoyo ketika pikirannya berusaha memasuki urat nadi otakku (lebay ndisik..^,^..ckck). Salah satunya ketika beliau mencoba memisahkan antara "Islamisasi Pengetahuan" yang dianggapnya suatu bentuk rektif, dan "Pengilmuan Islam" yang dikatakannya proaktif.

Menurutku, kedua hal ini tidak jauh berbeda, yang pertama bersifat umum dan yang kedua bersifat lebih khusus. Pertama tentang Islamisasi Pengetahuan, aku sendiri kurang setuju kalau Kuntowijoyo HANYA melihat bahwa istilah ini lebih pada bentuk reaktif-nya saja. Karena sifat "reaktif" hanya akan sangat mendekati anggapan bahwa islamisasi pengetahuan adalah bentuk klaim Islam terhadap kebenaran ilmu-ilmu modern.

Islamisasi pengetahuan dalam Islam mempunyai sejarah yang cukup panjang. Jika kita membuka sejarah, Islamisasi pengetahuan ini sudah berlangsung dan terlihat jelas sejak abad pertama Hijriyah ketika khalifah Abd Malik bin Marwan dari dinasti Ummawiyah memerintahkan penterjemahan besar-besaran buku-buku asing ke dalam bahasa Arab. Dari proses ini maka masuklah beragam pemikiran-pemikiran 'asing' ke dunia Arab-Islam, seperti pemikiran filsafat dari Yunani, sufisme dari Persi dan India (aku pernah buat makalah tentang sejarah sufi dalam Islam lhoo, jadi dilarang komentar kalo belum baca makalahku..hehe..^,^), astronomi, dll..

Naah, islamisasi pengetahuan terjadi ketika nilai-nilai Islam berfungsi sebagai filter terhadap hal-hal baru tersebut; yang sesuai diambil dan yang kelihatannya tidak sesuai (remang-remang) dipelajari lebih lanjut -dikaji- untuk menemukan 'mutiara-mutiara' ilmu yang kemungkinan terkandung. Intinya, terjadi proses mengislamkan atau islamisasi pengetahuan, yaitu memasukkan nilai-nilai islam dan mengolahnya menjadi suatu yang lebih islami. (Hadoohh,,aku yoo asline mumet kie nerangkene..ckck..^$%^$($)

(Kalo sudah baca sampai di sini, jangan diteruskan baca dulu, tapi lihat bukunya Kuntowijoyo di halaman 7, penjabaran tentang "Islamisasi Pengetahuan".. Pertanyaanku untuk diruku sendiri: "Apa mungkin gagasan Kuntowijoyo memisahkan antara kedua istilah ini karena sebab "tidak adanya" metodologi islamisasi pengetahuannya...???, Apa memang benar bahwa Islam tidak mempunyai metodologi islamisasi pengetahuannya..???" Semoga jawabannyakudapatkan di lembaran yang belum kubaca di buku ini..^,^)

Jadi menurutku (terlepas dari jawaban pertanyaan di atas), istilah islamisasi pengetahuan bukan sebagai bentuk "klaim" terhadap ilmu-ilmu modern, tapi lebih sebagai upaya penyaringan dan 'injeksi' nilai-nilai Islam dalam pengtahuan baru tersebut.

(Lha trus metodologine kepia Fii Kahfii...??..Heem..piee yoo..hehe..aku bingung..)

Sebenarnya aku pingin nulis contoh tentang salah aatu proses islamisasi penetahuan dalam bidang astronomi. Tapi kapan-kapan saja, biar kupastikan dulu dengan pakar falak PCIM; Musa Al Azhar.. ;) ukeey..

Kedua, istilah Kuntowijoyo tentang "Pengilmuan Islam". Kuntowijoyo mengatakan bahwa pengilmuan islam pada dasarnya adalah proses. Dan menurutku, istilah yang pertama (isamisasi pengetahuan) juga merupakan proses juga. hanya saja mungkin yang membedakan istilah ini dengan istilah pertama adalah bahwa istilah ini lebih khusus saja.

Hematku, Kuntowijoyo mempunyai niat mulia terkait penggunaan istilah 'Pengilmuan Islam' ini, yaitu agar Islam tidak dituduh sebagai umat plagiator yang sukanya nge-klaim-ngeklaim pengetahuan modern dan mempunyai metodologi islamisasi sendiri, yang notabenenya banyak pengetahuan modern metodologinya di ditemukan di barat, khususnya setelah Renaisanse di Eropa.

Huuft..aku jujur sangat mengakui kalau otak-ku tidak secerdas Kuntowijoyo. Bagaimanapun gagasan yang ia sampaikan di buku ini banyak berdampak pada diriku, salah satunya sebagai bentuk inspirasi untuk selalu membela kepentingan Islam dari fitnah dan tuduhan-tuduhan orientalis, juga sebagai penguat tekad untuk selalu berjuang demi kemajuan umat dengan gagasan-gasan yang mencerahkan, jauh dari sifat-sifat jumud dan taklid... ;)


Ukeey,,sudah sejam aku nulis, sekarang sudah hampir jam 03.00 Clt,,
Aku mau bobo dulu yaaa..

Aku jamin, siapa yang ndak bingung membaca coretanku ini, aku yakin berarti sudah saatnya diungsikan ke Pakem..hehe.. Oia, aku masih dalam tahap analisa juga, jadi jangan ngajak diskusi dulu deh yaa... okey.. ;)

JazakaLlah..
Read more >>